30HariMenulisSuratCinta

Pria itu…

Tuan Casanova, Kamu tahu, aku sedang mengingat sesuatu. Lantai dansa penuh dengan orang-orang yang memamerkan kemahirannya melakukan gerakan tari. Kita sendiri malah sibuk menukarkan senyuman dan berdiri saling berhadapan. Tidak ada yang berani mengintrupsi pancaran rasa yang terus melambung membentuk lingkaran di atas kepala kita. Perlahan lantunan musik nan indah mengalun mengiringi para pemuja tari… Continue reading Pria itu…

30HariMenulisSuratCinta

Hujan Kembali Datang, Sayang

Hai (sayang), Hari ini hujan kembali datang. Tahukah kamu apa yang kuingat saat hujan datang? Kamu yang datang dengan payung kuningmu dan mengulurkannya padaku. Senyummu yang tersungging di sudut bibir sebelah kananmu ketika aku bertanya “apa yang kamu lakukan di sini?” Tangan hangatmu yang menggenggam tanganku saat kita berteduh, menunggu bis yang menuju arah rumahku.… Continue reading Hujan Kembali Datang, Sayang

Review

[Book Review] Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda

Kalian percaya cinta? Amora, mahasiswi jurusan biologi yang punya buku primbon ‘The Science of Love‘ ini tidak percaya cinta. Katanya cinta itu hanya khayalan para penyair renaissance yang kurang kerjaan karena menurutnya reaksi yang diartikan sebagai cinta itu hanya pengaruh reaksi kimia dari otak. Tidak ada yang istimewa. Premi novel ini sebenarnya biasa, tentang cewek yang… Continue reading [Book Review] Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda

My Imagination

Rainy

Hari ini, hujan kembali turun. Aku memperhatikan saat titik-titik air yang dingin itu satu-satu mulai membasahi jendela kamarku. Terkadang, hujan menawarkan berbagai cerita, salah satunya tentang masalalu. Dan aku tak pernah menyukai itu. Selama air masih mengalir dan kembali menjadi hujan, cerita itu akan datang. Luka itu akan menghampiri, bernostalgia di tengah hujan. Aku tidak… Continue reading Rainy

Cerpen · Fiksi · My Imagination

Decision to Fall

“Kalau patah hati saja mudah, mengapa jatuh cinta lagi begitu sulit?” Pertanyaan Nuri membuat pandanganku beralih. Sejak tadi, aku mengalihkan perhatianku pada pejalan kaki yang melewati kafe. Kudapati Nuri kembali meneruskan pandangan pada laptop di hadapannya. Beberapa jam lalu, aku lupa kalau aku sedang patah hati. Kini, perasaan itu mengusik hatiku lagi. Aku teringat ketika… Continue reading Decision to Fall

Uncategorized

Aku Merindukanmu

Ini sudah tengah malam dan aku merindukanmu. Apa yang harus aku lakukan? Aku duduk termangu. Diantara deru hujan yang menembus jendela. Guntur yang menggetarkan kaca. Hingga lampu baca yang menyinari halaman buku yang terbuka. Aku melihat dirimu di sana, tersusun dalam bentuk aksara. Kalimat-kalimat yang membentuk senyummu. Hingga sekumpulan tanda baca yang mewujudkan sinar matamu.… Continue reading Aku Merindukanmu

Cerpen · Fiksi · My Imagination

Yang Kubenci

Kau tahu? Selain menyetrika, menunggu adalah pekerjaan yang kubenci. Kini aku sedang duduk di salah satu kursi sebuah cafe dekat kantorku. Sudah dua gelas green tea kuhabiskan sejak sampai di tempat ini, tepatnya sejak jalanan jakarta sedang tidak bersahabat padahal ufuk barat sedang menampilkan karya terindahnya. Namun, dia belum juga menunjukkan tanda-tanda kehadiran. Kuberitahu satu… Continue reading Yang Kubenci