Uncategorized

Aku Merindukanmu

Ini sudah tengah malam dan aku merindukanmu. Apa yang harus aku lakukan?

Aku duduk termangu. Diantara deru hujan yang menembus jendela. Guntur yang menggetarkan kaca. Hingga lampu baca yang menyinari halaman buku yang terbuka.

Aku melihat dirimu di sana, tersusun dalam bentuk aksara. Kalimat-kalimat yang membentuk senyummu. Hingga sekumpulan tanda baca yang mewujudkan sinar matamu.

Kamu ada di mana-mana.

Aku menutup telinga. Suara hujan masih saja menggema. Kurapatkan kelopak mata, tetapi bayangmu terus bermain di sana. Senyummu. Matamu. Segalanya. Hal terburuk ketika jatuh cinta adalah tanpa kusadari aku menjadi orang lain. Menjadi dirimu.

Aku merindukanmu.

Kupejamkan kembali mataku. Membiarkan gelap menyerbu. Kubangun panggung kecil di dalam sana untukmu. Dari gelapnya, perlahan muncul dirimu. Tersenyum kepadaku. Memanggil namaku. Aku membalas, memberitahu sedang hujan di sini.

Perlahan kusampaikan rindu itu padamu, tapi hanya sebatas mimpi. Karena aku tahu kalau diriku tak mungkin bisa memilikimu.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s