Review

[Book Review] Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda

image

Kalian percaya cinta?

Amora, mahasiswi jurusan biologi yang punya buku primbon ‘The Science of Love‘ ini tidak percaya cinta. Katanya cinta itu hanya khayalan para penyair renaissance yang kurang kerjaan karena menurutnya reaksi yang diartikan sebagai cinta itu hanya pengaruh reaksi kimia dari otak. Tidak ada yang istimewa.

Premi novel ini sebenarnya biasa, tentang cewek yang ga percaya cinta lalu terjerat cinta. Sama seperti kebanyakan novel-novel lainnya tetapi Rainy Amanda menyulap premi tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Si tokoh tidak mempercayai cinta bukan tanpa alasan. Ia memiliki alasan yang kuat salah satunya ‘kitab suci’ The Science of Love yang ia selalu baca, di sana terdapat penjelasan reaksi kimia yang mempengaruhi kerja organ-organ tubuh. Bukan hanya itu, latar belakang tokoh utamapun menambah alasan untuk membuatnya tidak mempercayai cinta.

“Salah satu zat yang terstumulasi saat lo merasa ‘jatuh cinta; itu serotonin. Reaksinya bisa membuat lo hanya terfokus pada satu hal. Ada juga dopamin, efeknya sama kayak otak yang sedang dalam pengaruh kokain. Jadi, Gak heran kalau sekarang rasanya berat banget. Itu karena lo lagi dalam kondisi terobsesi kayak stalker dan sakaw kayak pemakai narkoba. Tapi itu kan otak lo -elo yang pegang kendali. Lo gak akan nangis kayak gini kalau tahu cara menyiasatinya.”

Interaksi antara Amora dan Shinji terlihat sangat alami, tidak ada keterpaksaan dalam interaksinya bahkan untuk sweet moment pun terasa pas, buat senyum senyum sendiri. Kedekatan mereka juga membuat teori yang selama ini sudah ada di dalam kepala Amora memiliki beberapa sanggahan hingga membuatnya mencari-cari alasan bahwa teorinya tentang cinta yang tidak ada itu masih sama.

“Cinta tang dipuja-puja orang itu cuma senyawa kimia. Gak istimewa.”

“Berarti semua orang yang pernah kita sayang, pernah bikin hepi, bikin kita nyaman, mereka semua gak istimewa dong? Orang tua kita gak istimewa?”

Selain interaksi antara dua tokoh utama itu, interaksi antara teman-teman kuliah Amora pun menyenangkan, membuat saya sendiri jadi ingat masa-masa kuliah dan guyonan khas teman-teman saya.

Dan yang perlu diperhatikan, penyampaian cerita penulis sangat bagus. Bahasa yang digunakan enak dibaca dan setiap ceritanya tersusun rapi tanpa ada bolong-bolong yang biasa saya temui di beberapa novel. Dalam novel ini kita juga bisa belajar tentang hormon yang ada dalam tubuh kita dan bagaimana reaksinya.

Untuk keseluruhan novel self-published ini sangat menarik dan recommended banget. Penulis bisa membawa pembaca ikut masuk dalam cerita yang mengalir di setiap babnya dan juga memberikan pelajaran biologi yang menyenangkan. Tetapi saya tidak suka dengan kemasaanya yang agak mengganggu karena ukurannya lebih besar dari novel biasa (tapi covernya oke bangettt ><). Yah, tapi masalah kemasan terlupakan ketika sudah membaca isinya apalagi ini self-published jadi bisa dimaklumi.

Oh ya, novel ini bisa kalian dapatkan di bukalapak (untuk paperback) dan portal kobo (untuk ebook) atau bisa juga ikut Giveawaynya yang sedang berjalan di beberapa blog. Lebih jelasnya intip twitter Rainy Amanda

Ditunggu karya lainnya Rainy Amanda.^^ (★★★★☆)

One thought on “[Book Review] Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s