My Imagination

Rainy

Hari ini, hujan kembali turun.
Aku memperhatikan saat titik-titik air yang dingin itu satu-satu mulai membasahi jendela kamarku.

Terkadang, hujan menawarkan berbagai cerita, salah satunya tentang masalalu.
Dan aku tak pernah menyukai itu.
Selama air masih mengalir dan kembali menjadi hujan, cerita itu akan datang. Luka itu akan menghampiri, bernostalgia di tengah hujan.

Aku tidak pernah ingin melihat hujan, sama seperti saat ini.
Butiran hujan melesat membasahi tanah. Ratusan, ribuan, kemungkinan tak terhingga. Ia meninggalkan langit hanya untuk menyapa bumi. Membuat orang-orang tergoda untuk menari-nari di bawahnya.
Sama halnya dengan masa lalu yang selalu menggoda untuk disapa.
Tetapi tak pernah bisa kembali ke masanya.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s