30HariMenulisSuratCinta

Pria itu…

Tuan Casanova,

Kamu tahu, aku sedang mengingat sesuatu.

Lantai dansa penuh dengan orang-orang yang memamerkan kemahirannya melakukan gerakan tari. Kita sendiri malah sibuk menukarkan senyuman dan berdiri saling berhadapan. Tidak ada yang berani mengintrupsi pancaran rasa yang terus melambung membentuk lingkaran di atas kepala kita.

Perlahan lantunan musik nan indah mengalun mengiringi para pemuja tari yang sudah berkumpul, tapi kita tetap tak bergeming. Kita masih saling bertukar rasa sampai tiba-tiba langkahmu menutup jarak kita.

Kamu memasangkan alat pendengar yang sudah tersambung dengan pemutar musik ke telingaku. Alih-alih mendengarkan lagu yang sedang mengalun di udara dan ikut menari bersama yang lain, kamu malah menutup indera pendengarku.

Alunan musik dari pemutar musik yang kamu bawa mulai memenuhi gendang telingaku, setiap kata dan liriknya mengandung ungkapan bahwa ada seorang pria yang mencintaiku selama ini. Lalu, tidak lama kamu melepaskan alat pendengar itu dari telingaku. Kamu menggantikan suara digital itu dengan suara aslimu–yang sudah pasti tidak terlalu enak didengar–dengan suara jauh lebih tulus.

Pria dalam lagu itu menyebutkan kekurangannya. Ia bukan pria romantis, bukan orang yang mau mengalah bila beradu mulut denganku, orang yang kuanggap terlalu baik hingga dikelilingi banyak wanita–karena itu yang selalu kupermasalahkan padamu. Tetapi, pria dalam bait lagu itu berjanji untuk selalu membuatku aman dan nyaman.

Kamu juga menambahkan bukan salah pria itu juga dikelilingi banyak wanita tapi ia berjanji akan selalu menjaga perasaanku.

Aku melontarkan senyum, kamu juga melakukannya. Kita bersitatap, menyelami kedalaman mata masing-masing hingga rasanya ada sesuatu yang menari-nari di perutku saat melihat pancaran ketulusan dari matamu.

Pria itu mencintaimu..

Akhir bait lagu itu kamu bisikkan lembut di telingaku hingga mengalir hangat mencapai dasar hatiku. Sama halnya dengan tatapanmu yang melumpuhkan gerak tubuhku.

Saat itu aku sudah tahu pria yang kamu sebutkan itu adalah kamu.

Pria itu ingin terus bersamamu

Aku memamerkan senyumku lalu menyambungmu saat itu juga, aku juga ingin bersamamu, selamanya.

2 thoughts on “Pria itu…

  1. sukaaaaaaaaaaaaaaa. ini jadi inget adegan film apa gitu deh, yang lagi di tengah2 disko apa pesta gitu, terus ceweknya dikasi headphone. kayaknya film lama.

    1. Huooo baru baca, pantesan tiba-tiba dimention hahaha tau gak ini inspirasi dari mana, dari lagunya Hyun Bin, judulnya That Man. OSTnya Secret Garden hahahaha

      Tapi itu film lamanya apaaa?

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s